Situs resmi dari pihak Light telah mengumumkan bahwa visual novel Dies Irae akan diadaptasi menjadi anime televisi dengan sutradara Susumu Kudo. Adaptasi anime ini rencananya akan memulai debutnya pada musim gugur 2017 mendatang.
Anime ini akan diproduksi oleh GENCO dengan naskah cerita yang ditangani oleh Takashi Masada, yang sebelumnya juga menulis naskah cerita untuk visual novelnya.
Dibawah ini adalah para karakter beserta pengisi suara dari Dies Irae, antara lain:
  • Kousuke Toriumi sebagai Ren Fujii
  • Yui Sakakibara sebagai Marie
  • Hitomi Nabatame sebagai Rea Himuro
  • Takeshi Maeda sebagai Shirou Yusa
  • Yoshina Makino sebagai Erii Honjou
  • Junichi Suwabe sebagai Reinhard Heydrich
  • Ken Narita sebagai Valeria Trifa
  • Kishou Taniyama sebagai Wilhelm Ehrenburg
  • Kei Mizusawa sebagai Kai Sakurai
  • Kei Mizusawa sebagai Beatrice Waltrud von Kircheisen
  • Hitomi Nabatame sebagai Isaak
  • Hiroki Yasumoto sebagai Göetz Von Berlichingen
  • Yuka Inokuchi sebagai Rusalka Schwägerin
  • Asami Yaguchi sebagai Eleonore Von Wittenburg
  • Kouki Harasawa sebagai Spinne
  • Risato Habuki sebagai Riza Brenner
  • Yuuki Tamaki sebagai Wolfgang Schreiber
  • Kousuke Toriumi sebagai Mercurius
Cerita game dan anime Dies Irae menampilkan sejarah alternatif saat Perang Dunia II. Pada tanggal 1 Mei 1945 di Berlin, Tentara Merah berhasil mengangkat bendera Soviet disemua wilayah Reichskanzlei, sekelompok perwira Nazi yang melakukan ritual. Bagi mereka, pembantaian di kota tidak lain adalah ritual pengorbanan yang sempurna untuk membangkitkan kembali Order of the 13 Lances, sekelompok manusia super yang akan membawa kehancuran dunia. Bertahun-tahun kemudian, tidak ada yang tahu jika kelompok tersebut berhasil melakukan ritual, entah mereka masih hidup atau sudah mati. Sedikit yang tahu keberadaan mereka, dan bahkan mereka yang tahu mulai hilang setelah beberapa dekade berlalu.

Sekarang, pada bulan Desember di Suwahara City, Ren Fujii menghabiskan hari-harinya di rumah sakit. Sudah 2 bulan sejak kejadian yang membawanya ke rumah sakit, sejak pertengkaran dengan temannya yang bernama Shirou Yusa, dimana mereka hampir mencoba untuk membunuh satu sama lain. Ren mencoba untuk tetap menghargai apa yang masih ia miliki, namun setiap malam ia selalu melihat mimpi yang sama, sebuah guillotine. Pembunuh yang memburu orang-orang, dan ksatria berpakaian hitam yang mengejar si pembunuh. Dia putus asa untuk kembali menjadi normal di kehidupan sehari-harinya, bahkan ia selalu teringat kata-kata dari Shirou, "Setiap orang yang berada di kota ini akhirnya kehilangan akal sehat mereka"

Post a Comment

Powered by Blogger.